7 Contoh Resume Beserta Cara Membuat yang Baik dan Benar

Contoh Resume – Bila kamu ingin menyampaikan informasi namun hanya ingin memaparkan pokok kalimatnya saja, mudah sekali. Resume adalah cara efektif untuk melakukannya. Kamu bisa menerapkannya untuk buku, jurnal dan beberapa portal media lain.

Lalu apa sih Resume itu? Resume merupakan ringkasan sebuah kalimat dengan cara memotong dengan mengambil bagian pokok kalimat. Resume bisa juga digunakan untuk meringkas isi pikiran pengarang.

Resume terkadang disamakan dengan Ikhtisar. Padahal, keduanya sama-sama memiliki perbedaan. Resume atau ringkasan sendiri merupakan penggalan kalimat yang mengandung gagasan pokok atau intisari. Biasanya, Resume memiliki isi yang hampir sama dengan gagasan pokok kalimat dalam sebuah teks.

Sedangkan ikhtisar merupakan ringkasan yang lebih pendek. Bedanya, ikhtisar tidak memperhatikan urutan gagasan pokok adalah sebuah kalimat. Intinya, ikhtisar lebih bersifat bebas. Itu karena ikhtisar dibuat menggunakan kalimat dan pemahaman sendiri ketika menjelaskan sebuah bacaan.

Cara Membuat Resume

Meski pembuatan Resume terlihat mudah, namun ada beberapa langkah yang harus kamu perhatikan untuk menghasilkan sebuah resume yang benar.

1. Membaca Naskah Asli

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah membaca naskah. Baca naskah sampai selesai dan berulang-ulang. Sehingga, kamu mengerti isi naskah atau bacaan yang disampaikan penulis.

Saat membaca naskah, kamu perlu membawa alat bantu untuk memahami suatu kata yang belum dipahami. Itu sangat berguna ketika membaca naskah. Alat bantu tersebut berguna untuk membantu memahami sebuah kalimat dalam naskah.

2. Menemukan Gagasan Utama

Setelah membaca berulang-ulang dan memahami bacaan. Langkah selanjutnya adalah menemukan gagasan utama. Caranya kamu dapat menemukan gagasan utama dengan mencari kalimat penting.

Kalimat penting itu biasanya sudah merangkum beberapa gagasan utama. Kamu dapat melakukannya dengan menulis ulang kalimat penting tersebut. kamu juga bisa menggaris bawahi kalimat yang mengandung gagasan utama.

3. Menulis Resume

Selesai menemukan gagasan utama, mulailah menulis resume. Kalimat yang diperoleh dari gagasan utama ditulis sesuai dengan naskah asli. Perlu diperhatikan bahwa dalam menulis resume tidak boleh menambah pendapat pribadi.

Hal itu akan mengakibatkan ketidaksesuaian antara pendapat pribadi dengan naskah asli. Jadi, cukup tulis gagasan pokok dari kalimat yang telah kamu baca. Untuk mempermudah pembaca, gunakan bahasa yang mudah.

Dalam menulis resume gunakan bahasa yang bisa dicerna siapa saja. Tidak perlu menggunakan bahasa bertele-tele. Cukup menggunakan bahasa sendiri, namun tetap memuat isi naskah.

4. Membaca Ulang Resume yang Dibuat

Selesai menulis naskah, periksa kembali dengan membaca ulang resume yang telah dibuat. Ini merupakan antisipasi bila terdapat kesalahan dalam penulisan. Diantaranya yang bisa kamu lakukan seperti:

Periksa ejaan yang benar, periksa tanda baca, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dan terakhir dan periksa ulang kesesuaian isi naskah asli dengan resume.

Dalam dunia kerja Resume juga sering digunakan untuk menyebut daftar riwayat hidup atau curriculum vitae. Terdapat beberapa dokumen berisi tentang rangkuman pendidikan, keahlian dan pengalaman hidup. Adapun beberapa contoh resume kerja seperti di bawah ini:

Contoh Resume Kerja

Di bawah ini merupakan contoh Resume Kerja yang bisa kamu gunakan sebagai acuan, adapun contohnya seperti:

Bandung, 13 Desember 2018

Kepada Yth
HRD Manager PT. Bintang Jaya Sejahtera
Jl. Srigunting No. 01 Bandung

Perihal: Lamaran Kerja

Dengan Hormat,
Sesuai informasi yang saya terima dari media sosial instagram, terkait dengan lowongan kerja di perusahaan yang dipimpin Bapak/Ibu. Melalui surat lamaran ini saya berniat mengajukan diri dan mengisi jabatan sesuai yang dibutuhkan perusahaan. Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Riska Maryanti
Tempat/Tanggal lahir: Bandung, 10 Februari 1986
Jenis Kelamin: Perempuan
Pendidikan terakhir: SMA Citra Kirana Bandung
Alamat: Jl. A.H. Nasution No. 14 Bandung Rt/Rw 001/002
Telepon: 085656707685

Guna melengkapi sejumlah data sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu pimpinan diwaktu yang akan datang, saya melampirkan beberapa data diri berikut ini:

  • Pas foto ukuran 3×4
  • Foto copy KTP
  • Foto copy Ijazah terakhir
  • Daftar riwayat hidup
  • Foto copy Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  • Foto copy Surat Keterangan Sehat
  • Foto copy sertifikat

Demikian permohonan lamaran kerja ini saya buat, atas perhatian Bapak/Ibu pimpinan saya sampaikan terima kasih.

Hormat Saya,

Riska Maryanti

Contoh Resume Makalah

Di bawah ini merupakan contoh Resume Makalah yang bisa kamu gunakan sebagai acuan, adapun contohnya seperti:

Judul: Melatih Ketrampilan Membaca

Pendahuluan

Membaca tidak hanya membaca, namun membaca diperlukan ketrampilan. Adapun cara untuk melatih ketrampilan sebagai berikut: Membaca dengan konsentrasi tinggi dan penghayatan, gunakan intonasi dan lafal yang tepat ketika membaca sebuah bacaan, membaca tidak dengan tergesa-gesa, dan membaca dianjurkan dengan penuh ekspresif.

Pembahasan

Membaca bisa dilakukan dengan beberapa teknik dasar, diantaranya seperti: membaca dengan bersuara (dilakukan untuk menikmati bacaan dengan cara menangkap informasi), membaca dalam hati (membaca ekstensif dan membaca intensif).

Membaca dengan bersuara biasanya dilakukan dengan membaca keras oleh pembaca. Adapun membaca di dalam hati secara umum disamakan dengan kegiatan membaca yang lebih mengerti dan memahami sebuah bacaan. Padahal kedua-duanya sama saja, di dalam membaca perlu sebuah proses memahami.

Selain itu yang paling penting ketika membaca adalah proses memahami. Di dalam membaca sebuah buku, jurnal, portal, sosial media, majalah, koran dan sebagainya perlu pemahaman karena pembaca sedang menangkap pesan yang disampaikan penulis.

Secara umum membaca memang dipahami sebagai kegiatan menganalisis, meresepsi bahkan menginterpretasi pesan yang disampaikan oleh penulis. Sehingga memang diperlukan konsentrasi penuh untuk memahami sebuah bacaan.

Simpulan

Membaca memang tidak mudah dilakukan. Itu karena membaca tidak hanya sekedar membaca, namun juga diperlukan pemahaman. Membaca memerlukan pemahaman untuk menangkap maksud penulis. Bila tidak dibarengi dengan pemahaman yang mendalam biasanya akan terjadi kesalahan dalam menangkap isi penulis.

Beberapa cara untuk membaca yang lebih efektif dengan membaca dengan bersuara. Teknik ini biasanya digunakan untuk lebih menangkap informasi karena dilakukan dengan cara menikmati bacaan. Selain itu, membaca juga dapat dilakukan dengan cara membaca di dalam hati. Biasanya dilakukan dengan cara membaca ekstensif dan membaca intensif.

Contoh Resume Buku

Di bawah ini merupakan contoh Resume Buku yang bisa kamu gunakan sebagai acuan, adapun contohnya seperti:

Nama: Lisa Nur Anggraini
NIM: 12302173120
Mata Kuliah: Sosiologi Agama
Dosen Pembimbing: Prabu Bataradewa, Ph. D.
Judul: Perubahan dalam Tatanan Sosial

BAB I
Pendahuluan

Kajian kali ini bertemakan “Perubahan dalam Tatanan Sosial”. Kajian ini dilakukan karena melihat banyaknya masalah sosial di negara berkembang. Pada realitasnya perubahan sosial bukan merupakan fenomena tunggal yang terjadi karena adanya dinamika dalam masyarakat.

Oleh sebab itu, Perubahan dalam Tatanan Sosial tidak hanya diketahui sebagai peristiwa dari potongan kelompok manusia. Sebenarnya, Perubahan dalam Tatanan Sosial juga memiliki manfaat terhadap lingkungan masyarakat. Itu karena, pada Perubahan dalam Tatanan Sosial dapat meningkatkan integrasi sosial.

Untuk menyoal masalah ini, penulis menggunakan pendekatan historis dengan teori pembangunan pengembangan masyarakat. Penulis menggunakan model pengembangan komprehensif. Menggunakan wawasan yang lebih pragmatis untuk melihat beberapa realitas di lapangan.

BAB II
Teori Perubahan dalam Tatanan Sosial

Dalam kajian ini penulis menggunakan teori sosial milik August Comte. Selanjutnya dia membagi dalam dua bagian pada social change theory seperti social dynamics dan social statistic. Perubahan dalam tatanan sosial akan menampakkan diri pada hubungan makro (wilayah regionalitas, negara dan masyarakat).

Sedangkan konsep perubahan dalam tatanan sosial yang penulis gunakan adalah teori dari: Kelompok sosiologi klasik (Karl Marx, Emile Durkheim dan Marx Weber). Penulis juga mengaitkan teori tersebut dengan fenomena perubahan dalam tatanan sosial masyarakat Indonesia (ideologi, komunikasi, modal, teknologi dan birokrasi).

Perubahan dalam tatanan sosial memiliki dua macam pola seperti datang dari pasar bebas dan datang dari negara. Keduanya saling mempengaruhi pengolahan ekonomi. Terutama di Indonesia, karena menerapkan kedua sistem tersebut. Proses reproduksi juga dipengaruhi oleh perubahan dalam tatanan sosial melalui proses yang berlangsung lama dan berulang.

Bila dilihat melalui teori klasik Karl Marx, konsep perubahan tatanan sosialnya dipengaruhi oleh Emmanuel Kant. Kant menyebutkan bahwa awal dari manusia adalah kesempurnaan, lalu memasuki dunia yang kotor dan terbatas. Pemikir berikutnya adalah Weber, tokoh yang sangat berpengaruh dalam teori sosial karena pimikiran rasionalitasnya.

Teori Durkheim yakni memandang masyarakat melalui kacamata sistem. Menurutnya, masyarakat layaknya living organism. Durkheim juga cenderung tidak menyukai politik yang moderat. Oleh karena itu, ia lebih condong pada moral atas perdamaian, individualisme-sekuler, kecocokan dan pemeliharaan yang cenderung bersifat kesatuan.

BAB III
Konsep Perubahan dalam Tatanan Sosial

Konsep yang penulis maksud disini adalah konsep Five Contemporary Prime Mover. Bisa juga disebut sebagai lima penggerak yang dapat berpengaruh pada tatanan sosial. Diantaranya seperti:

  • Birokrasi
  • Komunikasi dan Industri Pers
  • Modal

BAB IV
Pendekatan pada Penelitian

Penulis menggunakan pendekatan mikro untuk membedah fenomena perubahan dalam tatanan sosial di Indonesia diantaranya:

  • Melalui pendekatan kebudayaan
  • Melalui pendekatan sistem

BAB V
Perubahan pada Tatanan Sosial: Pembangunan di Indonesia

Perencanaan sosial merupakan proses penting dalam pembangunan. Bila pembangunan dapat terencana dengan baik otomatis tingkat kesejahteraan masyarakat akan semakin baik. Berikut lima tolak ukur untuk keberhasilan pembangunan:

  • Pemerataan yang dilakukan negara terhadap masyarakat
  • Peningkatan kualitas hidup
  • Peningkatan pertumbuhan masyarakat
  • Adanya keadilan dan kesinambungan sosial
  • Pertimbangan kerusakan pada proses reporduksi.

Contoh Resume Tugas Kuliah

Di bawah ini merupakan contoh Resume Tugas Kuliah yang bisa kamu gunakan sebagai acuan, adapun contohnya seperti:

Resume Tugas Kuliah Ekonomi Makro

Tingkat Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Tahun 2012
Disesuaikan Degan Data Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Kuartal I, II, III, IV Tahun 2012

A. Pengertian

Pertumbuhan ekonomi menurut Economic Growth merupakan kegiatan ekonomi yang menyebabkan meningkatnya pertumbuhan barang dan jasa untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat. Fenomena ini dalam lingkup perekonomian juga biasa disebut sebagai masalah ekonomi makro yang berjangka panjang.

Reproduksi barang dan jasa yang diakibatkan oleh pertumbuhan reproduksi tidak serta merta sama dengan pertambahan besar barang dan jasa. Malahan memproduksi barang dan jasa berpotensi pada kesamaan besar antara barang dan jasa sebelumnya.

Itu mengakibatkan pertumbuhan ekonomi memiliki potensi lambat.

B. Dasar Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi

Kenaikan GDPriil per kapita biasa disebut dengan pertumbuhan ekonomi. Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto, disebut sebagai total pengeluaran dari negara. Nilai pasar barang dan jasa ini biasanya selalu diproduksi pada waktu tertentu di negara terkait.

Gross Domestic Product (GDP) dapat meningkat melalui:

• Peningkatan produktivitas
• Peningkatan modal fisik (SDM) Sumber Daya Manusia
• Peningkatan daya tawar tenaga kerja

C. Manfaat Pertumbuhan Ekonomi

Adapun manfaat terjadinya pertumbuhan ekonomi, antara lain sebagai berikut:
Pertumbuhan ekonomi ternyata begitu berpengaruh terhadap ukuran kemajuan ekonomi pembangunan. Bahkan, pendapatan perkapitanya dapat digunakan untuk melihat peningkatan kemakmuran masyarakat.

Bila pendapatan perkapita meningkat disesuaikan dengan kerja yang konstan otomatis tingkat produktivitas dan kemakmuran masyarakat akan semakin tinggi. Hal ini pun berkaitan dengan perencanaan sektoral negara untuk peningkatan pembangunan sebuah negara.

D. Faktor dari Pertumbuhan Ekonomi di indonesia

Kesenjangan terhadap pengelolaan ekonomi dapat menjadi faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Di sinilah pemilik modal yang besar berpengaruh dan lebih mendapat kesempatan daripada pengusaha menengah dan kecil. Selain itu, pemberian bantuan modal dari pihak bank biasanya lebih ditujukan kepada pemilik modal besar.

Adanya pertumbuhan perdagangan internasional juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Semakin bertumbuhnya perdagangan Internasional dapat mengakibatkan melemahnya perekonomian di Indonesia.

Secara umum, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan perekonomian di Indonesia:

  • Faktor keuangan negara
  • Faktor produksi
  • Adanya kebijakan moneter dan inflasi
  • Adanya investasi
  • Pertumbuhan neraca pembayaran dan perdagangan luar negeri

E. Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia pada Tahun 2012

Dari triwulan I sampai IV secara menyeluruh pertumbuhan perekonomian di Indonesia sebanyak 6,23 %. Bahkan selama bulan Januari hingga Desember di tahun 2012, perekonomian di Indonesia mencapai angka yang rendah dari andaian pemerintah pada APBN-P 2012.

Tercatat bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV hanya sebesar 6,11 % YoY. Itu sudah berbanding jauh dari kuartal IV tahun 2011. Hal ini terjadi karena adanya tingkat penurunan terhadap sektor pertanian di Indonesia yang mencapai 23,06 %. Adapun pertumbuhan ekonomi juga disebabkan oleh pengeluaran rumah tangga.

Namun, terbentuknya modal tetap seperti bruto yang pada tahun 2012 sebesar 9,81 %, impor 6,65 % dan ekspor 2,01 % Indoensia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang semakin baik. Selain itu, 1,47 % meningkatkan pertumbuhan pada tahun 2012.

Contoh Resume Artikel

Di bawah ini merupakan contoh Resume Artikel yang bisa kamu gunakan sebagai acuan, adapun contohnya seperti:
Judul:

Proses Peningkatan Pendidikan Terpadu di Sekolah Dasar (SD)
Oleh: Nanda Dwi Kusuma

Pembahasan artikel kali ini merupakan hasil dari penelitian oleh Puslitjak mengenai pengembangan sistem pendidikan. Penulis menggunakan empat kerangka dalam penulisan yang terdiri dari: abstrak, pendahuluan, kajian teori, pembahasan, simpulan dan saran. Seperti artikel pada umumnya, dalam pendahuluan berisi tentang latar belakang dan tujuan.

Pengertian sekolah terpadu, penulis sampaikan dibagian, implikasi perkembangan pendidikan luar biasa (PLB) dan pendidikan luar biasa dibagian kajian teori. Perkembangan PLB di Indonesia, penulis letakkan dibagian hasil. Penulis memaparkan perkembangan pada tahun 1984 hingga pasca tahun 1984.

Lalu pada bagian terakhir artikel, penulis membahas mengenai simpulan dan saran. Adapun beberapa kerangka seperti rangkuman di bawah ini:

1. Abstrak

Pada bagian ini penulis ingin menampilkan dasar hukum dari pendidikan luar biasa. kegiatan ini telah dilakukan oleh beberapa lembaga yang berimplementasi pada kebijakan tersebut.

Adapun beberapa kata kunci yang penulis masukkan antara lain: Pendidikan terpadu, penyandang ketunaan, hak memperoleh pendidikan dan kesulitan belajar.

2. Pendahuluan

Seperti pendahuluan pada umumnya, pada bagian ini penulis akan memaparkan latar belakang dan tujuan penulisan. Dibagian latar belakang, penulis ingin menyampaikan beberapa kegelisahan mengenai kondisi pendidikan luar biasa di Indonesia.

Oleh sebab itu, pada bagian ini pula penulis juga memaparkan beberapa upaya perbaikan pendidikan luar biasa tersebut. Hal ini sekaligus sebagai sosialisasi dalam upaya untuk meningkatkan pengembangan sekolah terpadu yang berada di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Kegiatan ini juga disokong oleh beberapa pusat penelitian kebijakan seperti Badan Peneliti dan Pengembangan Pendidikan Nasional.

3. Kajian Teori

Pada bagian ini penulis ingin mengungkapkan pengertian pendidikan luar biasa, sekolah terpadu dan tujuan dari adanya pendidikan luar biasa di beberarap negara maju.

Dengan membuat definisi mengenai operasional pendidikan terpadu yakni pengajaran di sekolah reguler diperuntukkan untuk anak-anak normal, kesulitan belajar dan anak-anak ketunaan atau berkebutuhan khusus.
Penulis menyebut anak-anak berkebutuhan khusus ini seperti yang dapat dilihat melalui fisiknya berupa tunarungu, tunadaksa dan tunanetra.

Sedangkan untuk anak-anak ketunaan yang mengidap gangguan kejiwaan seperti tunagrahita sedang dan tunagrahita ringan, selain itu ada pula untuk pengidap tunalaras atau kelainan perilaku. Sebenarnya, maksud penulis disini ingin menceritakan sejarah bagaimana pendidikan luar biasa.

Itu karena penulis melihat bahawa sebelumnya pendidikan luar biasa terpisah lalu pada perkembangan akhir dapat terpadu dengan pendidikan umum. Model pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia berupa inklusi, normalisasi dan mainstreaming.

Kali ini penulis juga ingin melakukan komparasi sistem penyelenggaraan pendidikan luar biasa yang ada di luar negeri dengan pendidikan luar biasa yang ada di Indonesia. Secara garis besar model pendidikan luar biasa kini telah menjadi pelayanan pendidikan terpadu.

Adapun beberapa hal yang melatarbelakanginya, karena adanya: model pendidikan yang tidak mendiskirminasi dan lebih efesien dalam menangani orang-orang penyandang cacat, pun jumlah penyandang cacat mulai menyusut.

4. Hasil dan Pembahasan

Pada bagian ini penulis akan membahas hasil dari perkembangan Pendidikan Luar Biasa (PLB) yang tengah berkembang di Indonesia, sejak tahun 1984 dan setelahnya. Di Indonesia dalam melihat perkembangan Pendidikan Luar Biasa dengan cara melihat tahun kejadiannya.

Di Indonesia perkembangan Pendidikan Luar Biasa mulai terjadi pada tahun 1954. Dalam hal ini yang menjadi fokus pembahasan adalah lembaga terkait. Namun, sejak tahun 1984, adanya undang-undang tentang penerapan wajib belajar memiliki dampak positif pada perkembangan pendidikan luar biasa.

Di dalam bagian ini penulis juga memaparkan beberapa komponen dalam pendidikan terpadu. Ada beberapa komponen yang harus diperhatikan, diantaranya seperti komponen proses, komponen input, kurikulum, metode, sarpras (sarana dan prasarana) dan sebagainya.

Bagian ini juga memuat model penyelenggaraan pendidikan di Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Model penyelenggaraannya dapat dilihat melalui narasumber, tenaga pendidik, pembiayaan, mata pelajaran, guru kelas, guru pembimbing khusus, sarana dan prasarananya.

5. Kesimpulan dan Saran

Bagian ini penulis menyampaikan inti dari pembahasan mengenai perkembangan Pendidikan Luar Biasa (PLB), hasil capaian kegiatan yang telah dilakukan dan beberapa landasan hukumnya.

Dibagian saran penulis menampilkan agenda lanjutan untuk meningkatkan pendidikan terpadu, mulai dari pendidikannya, kegiatan dan kelembagaannya.

Contoh Resume Jurnal

Di bawah ini merupakan contoh Resume Jurnal yang bisa kamu gunakan sebagai acuan, adapun contohnya seperti:

Judul Jurnal: Pengelolaan dan Pengendalian kearsip Kantor Kecamatan
Judul: Pengelolaan dan Pengendalian kearsip
Volume: Vol.2 No.2 2018
Tahun: 2018
Penulis: Margaret, Pamungkas

• Latar Belakang

Latar belakang dari jurnal ini adalah berdasarkan pengelolaan dan pengendalian kearsipan di Kecamatan. Hal ini terkait dengan beberapa aturan yang dicetuskan secara teknis maupun umum. Di dalam pengelolaan yang bersifat teknis didasarkan pada Perubahan gubernur Kalimantan Barat No. 453 tahun 2005.

Penelitian ini membahas mengenai penataan kearsipan di Kalbar. Sedangkan, untuk pengelolaan kearsipan yang bersifat umum tertuang dalam UU No.43 th. 2009. Di dalam undang-undang ini membahas mengenai pedoman pengelolaan kearsipan. Meski telah ada pedoman yang telah mengatur.

Namun, pada penerapannya begitu tidak mudah untuk diwujudkan.Penerapan yang tidak mudah diwujudkan ini karena kurang adanya pemahaman terhadap prosedur kepengurusan di dalam arsip. Ternyata ini berlaku pada kebanyakan instansi di setiap daerah di Indonesia. Lebih khusus lagi kejadian ini terjadi di setiap kecamatan.

Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa pengelolaan dan pengendalian di kantor kecamatan pada tahun 2018.

• Tujuan Penulisan Jurnal

Adapun beberapa tujuan selama proses pembuatan jurnal ini:

  1. Jurnal ini ditujukan untuk mengetahui seberapa proses pengelolaan kearsipan yang berada di kantor kecamatan di Kalimantan Barat
  2. Tujuan lain untuk mengetahui pengendalian dan kepengurusan di kantor kecamatan di Kalimantan Barat.

• Metode

Adapun metode yang penulis gunakan untuk menganalisis fenomena ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif ini menggunakan data berupa angka-angka, gambar, dan kata-kata. Meskipun nantinya ada data yang berupa angka, pada pendekatan ini akan dijelaskan melalui kata-kata penulis.

• Hasil penelitian

Dapat diambil benang merah pada bagian hasil penelitian ini, bahwa pengelolaan dan pengendalian kearsipan di Kalimantan Barat belum sepenuhnya dapat terealisasi dengan baik. Banyak kendala yang mengakibatkan proses ini tidak berjalan dengan baik.

Beberapa kendala tersebut ditemukan pada beberapa pengendalian surat yang tidak menggunakan pengantar di dalamnya. Hal ini juga berkaitan dengan pengelolaan dari pegawai yang biasa mengerjakan tugas ganda. Mereka hanya berfokus pada honor tapi bukan hasil dari tugas yang mereka lakukan.

Selain itu, penulis juga melakukan kegiatan observasi pada penataan kearsipan. Penulis menemukan banyaknya kekurangan yang terjadi di beberapa kantor kecamatan dalam proses penataan arsip. Banyak arsip yang tidak teratur dalam peletakannya, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencarinya.

• Kesimpulan

Pada bagian kesimpulan penulis menarik garis merah bahwa pada pengelolaan dan pengendalian kearsipan terjadi kekurangan karena babarapa hal seperti: dalam tubuh kepegawaian sendiri telah terjadi ketidak-konsistenan pegawai, kurangnya sarana dan prasarana di kecamatan dan banyak pengelolaan yang tidak sesuai dengan pedoman yang ada.

• Kelebihan dan Kekurangan Penelitian

Kelebihan dalam penelitian kali ini pada proses pendetilan data dan penggunaan teori yang lebih memadai. Kekuarangannya pada beberapa analisis yang penulis lakukan dan semangat untuk segera menuntaskan proses penelitian.

Penutup

Demikian beberapa ulasan mengenai resume dan beberapa contoh resume. Semoga dapat bermanfaat untuk pembaca. Bila kesulitan dalam meresume sebuah karya, baik buku, jurnal, makalah, portal media ataupun koran kamu bisa menggunakan beberapa contoh resume di atas sebagai acuan.

Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menjalani proses kehidupan ini!